Home
Archive for
Maret 2019
Belitung Travel
Anak Milenial mau jadi Travel Influencer? Catat 3 hal ini!
Pekerjaan mereka tak kenal istilah
kerja sembilan jam sehari dari Senin sampai Jumat, berpakaian rapi, dan baru
bisa refreshing tiap
akhir pekan.
Tidak perlu pergi ke kantor untuk bekerja, pekerjaan
mereka menjelajahi tempat-tempat yang indah, lalu mengabadikan foto perjalanan
yang instagenik, bercerita soal bagaimana serunya menikmati setiap sudut-sudut
Kota dan berbagi pengalaman soal keunikan di pelosok-pelosok Desa.
Lalu menghasilkan uang dari foto dan cerita yang
mereka bagikan di media sosial. Siapa tak berminat jadi Travel Influencer!
Travel
Influencer adalah sebuah jenis profesi baru yang lahir dari
perkembangan arus media sosial yang begitu besar, perubahan tingkah laku
Milenial membuat perkembangan travel Influencer
semakin berkembang pesat seperti saat ini, tak bisa dipungkiri bahwa travel influencer adalah seleb baru di
jagad Internet mereka punya peran besar terhadap perubahan pola pikir dan gaya
hidup Milenial.
So wajar saja jika banyak millenial yang bilang bahwa travel influencer merupakan profesi baru
yang keren.
Tapi benarkah semudah itu?
Passion
Bicara soal
passion, setiap orang bisa menterjemahkannya macam-macam, ada yang menganggap
passion berarti melakukan sesuatu yang disukai, ada yang bilang hobi yang
menyenangkan atau ada juga yang bilang passion itu sesuatu terus kita lakukan
setiap saat.
Tapi saya pikir
lebih dari itu, passion itu
adalah hasrat, keinginan yang kuat dari dalam diri seseorang, passion itu
adalah sesuatu yang terus kita nikmati dalam keadaan buruk sekalipun, tak
peduli hasilnya belum sesuai yang kita inginkan.
Itulah kenapa passion harus menjadi pondasi utama
untuk menjadi travel
influencer, seorang travel influencer adalah pekerja yang tidak sekedar menyajikan konten menarik dan foto
yang ciamik saja, lebih dari itu mereka adalah brand itu sendiri yang
mempengaruhi orang lain.
Bicara soal mempengaruhi orang lain tentu saja tidak
akan mudah, mempengaruhi butuh proses, bahkan kadang proses yang panjang,
dengan latar pengalaman setiap orang yang berbeda-beda, tidak mudah mudah untuk
bisa langsung mendapatkan perhatian, apalagi menjadi idola mereka,
kadang-kadang tidak jarang diawal membuat konten selalu saja ada komentar
negatif di kolom komentar.
Maka bagi seorang travel Influencer yang tak punya passion yang kuat mereka akan perlahan mundur, menyerah
atau parahnya malah terjebak situasi perang komentar dengan audiens yang
ujung-ujungnya bisa merusak imagenya sendiri.
Konten
Jika seorang Travel Influencer sudah
punya Passion hal berikutnya yang harus mereka pikirkan adalah konten.
Kenapa konten?
Konten
adalah sarana utama bagi travel
Influencer, untuk menuangkan kreativitas dan memikat audiens.
Seorang
Travel Influencer harus merencanakan
terlebih dahulu sebelum membuat kontennya. Perencanaan sendiri merupakan
sesuatu yang sangat penting untuk menentukan nantinya seperti apa konten yang
akan ditampilkan, siapa sasaran yang akan dicapai lalu seperti apa image yang ingin
di tampilkan Travel Influencer. mereka
tidak bisa menampilkan konten yang asal-asalan.
Konten
yang ditampilkan harus relevan dengan tujuan, konten travel misalnya harus
sangat memperhatikan estetika feed, mood dan tone warna, sekalipun ada banyak
foto bagus kita harus selektif memilihnya tidak bisa semua foto ditampilkan di
feed instagram.
Sebuah
konten haruslah mampu memberi solusi, karena salah satu alasan audiens mencari
konten di internet karena mereka punya rasa ingin tahu atau punya masalah
tertentu. Konten yang baik dapat menyelesaikan masalah atau menjawab rasa ingin
tahu. Misalnya seorang audiens mengetik “tempat wisata di Bali” maka ia sedang
butuh rekomendasi tentang tempat wisata di Bali, lebih dari sekedar gambar tapi
pengalaman dari orang yang pernah kesana. Untuk itu penjelasan rinci dan
menarik dari tulisan Travel Influencer
akan sangat membantu mereka.
Konsisten
Setelah memiliki passion dan konten hal paling sulit
yang harus dimiliki oleh travel
Influencer adalah konsisten.
Kenapa di awal-awal disebutkan Passion yang kuat, itu
karena kebanyakan dari kita tidak kesulitan ketika ditanya hal yang disukai, tapi
sulit memastikan seberapa besar rasa suka tersebut, seberapa konsisten kita
menjalaninya, konsisten sendiri lebih terkait kepada kedisiplinan kita dalam
melakukan rutinitas.
Banyak sekali kita lihat, orang-orang yang
awal-awalnya begitu bersemangat membuat konten yang sesuai hobi nya, sudah
merencanakan dengan matang, tapi gagal konsisten untuk mempertahankan. Diawal membuat
konten setiap hari lalu karena kesibukan membuat konten beberapa kali dalam
seminggu, lalu mulai lupa dan hanya membuat konten kapan sempatnya pada
akhirnya mereka malas untuk membuat konten.
Itulah kenapa diawal tadi disebutkan passion yang
kuat, karena untuk membuat sesuatu terus berjalan harus dimulai karena kita
mencintai nya, bukan mengharapkan keuntungan darinya, mereka yang diawal-awal
berharap memperoleh keuntungan instan akan cepat merasa jenuh jika tak sesuai
target, karena untuk mendapat keuntungan dari menjadi travel influencer butuh proses panjang yang sulit di prediksi.
Untuk itu sebelum memilih menjadi travel influencer kita harus memperbaiki niat, bahwa melalui konten
kita ingin menularkan virus kebaikan dan kebermanfaatan bagi orang lain, bukan
sekedar cari untung.
Mulailah melatih diri membuat jadwal, menyempatkan
waktu dalam keadaan sesibuk apapun untuk memebuat konten, lihatlah para travel influencer yang sukses,
bagaimanapun mereka selalu menyempatkan diri membuat konten atau berbagi info
ketika sedang traveling.
Jadikan para travel Influencer sukses itu sebagai
penyemangat, tanamkan niat bahwa sama seperti mereka kitapun siap untuk proses
yang panjang.
Mulai Sekarang
Nah sekarang kalau sudah tau apa yang di butuhkan,
maka mulauilah action!
Jangan menunggu, mulailah membuat perencanaan kecil,
coba kepoin Instagram nya para travel
influencer, follow mereka lalu coba scroll feed instagramnya, tulislah
hal-hal yang dianggap penting dari postingan mereka, kita bisa belajar
bagaimana cara mereka mengatur feed dan membuat sebuah tulisan di Instagram.
Menjadi travel
influencer yang dikenal itu butuh waktu lama, jangan menghabiskan waktu
untuk menunda, rencanakan dan action, jika salah kita bisa merevisinya kok,
jadi tak perlu khawatir, kita bisa mulai dari perjalanan-perjalanan terdekat,
misalnya coba explore ada hal unik apa di pasar, sudut-sudut mana saja yang
terlihat instagenik, lalu mulai jelajahi.
Karena rencana tanpa di mulai akan selalu setia jadi
rencana!
Langganan:
Postingan
(
Atom
)

